Laman

Mhd Riva'i SyafPutra

Rabu, 26 Agustus 2015

Jenis-Jenis Gulma


A.   Gulma rerumputan

  1. Imperata cylindrica (alang alang atau lialang)
Klasifikasi
Divisio     : Angiospermae (Spermatophyta)
Class        : Monocotyledonae
Ordo        : Poales (Glumiflorae)
Familia        : Gramineae (Poaceae)
Genus         : Imperata
Species    : Imperata cylindrica

Nama lokal : alang-alang, halalang

Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain.


  1. Rumput grinting (CynodonDactylon)
Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo              : Poales
Famili            : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus             : Cynodon
Spesies           : Cynodon dactylon (L.) Pers.

Nama lokal : rumput grinting, rumput bermuda, suket grintingan(jawa), kakawatan (sunda).


Habitatnya Cynodon dactylon adalah tumbuh paling bagus pada suhu di atas 24 °C. Jenis initoleran terhadap kekeringan. Tumbuh paling baik pada tanahberdrainase baik tetapi toleran terhadap banjir yang berkepanjangan.Toleran terhadap kisaran pH tanah yang luas, tetapi pH optimal adalahdi atas 5.5. Juga toleran terhadap kesuburan tanah yang rendah tetapitidak toleran terhadap naungan.
Penyebarannya selaindari akar yang dapat membuat rimpang dengan cepat juga melalui buah.Penyebaran buah ini yang dapat meluas.
Rumput Cynodon dactylon, tumbuh di pinggir saluran irigasi. Akarnya yang berkembang pesat dan menangkap lumpur yang ada disaluran. Sering ditemui saluran irigasi menyempit karena ditumbuhi rumput ini. Mungkin banyak dampak lainyang ditemui di berbagai tempat, dampak tersebut yang paling dirasakan sangat merugikan.


  1. Echinochloa colona (L.) (Rumput Bebek)
Klasifikasi Rumput Bebek :
Kingdom    : Plantae (Tumbuhan)
Sunkingdom    : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi        : Spermatophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas        : Monocotyledonae (Berkeping satu)
Ordo        : Poales
Famili        : Poaceae
Genus        : Echinochloa
Spesies        : Echinochola colona
Nama lokal      : rumput bebek

Rumput bebek (Echinochloa colona) adalal tumbuhan rumput yang tumbuh liar. Rumput ini biasanya ditemukan di area sekitar pinggir jalan, rumah, atau di sekitar sekolah.
Rumput bebek atau Echinochloa colona merupakan jenis rumput yang memiliki akar serabut. Rumput ini memiliki daun yang berwarna hijau. Rumput bebek juga berkembangbiak menggunakan bunganya.


  1. Kaso (Saccharum spontaneum L.)


Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi          : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas        : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas    : Commelinidae
Ordo              : Poales
Famili            : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus             : Saccharum
Spesies           : Saccharum spontaneum L

Nama lokal : Kaso, gelagah, glagah
Saccharum spontaneum mulai tumbuh dari daerah di atas permukaan laut hingga ketinggian 1700 m dpl. Tumbuhan ini memerlukan lingkungan dengan curah hujan tinggi yang biasanya dapat mencapai 1500 mm per tahun, dan tumbuhan ini juga dapat tumbuh pada kisaran tipe tanah yang beragam, mulai dari tanah aluvial di tepi sungai hingga tanah berpasir bekas daerah pertambangan.


  1. Leptochloa chinensis
Klasifikasi
Kingdom    :  Plantae
Superdivision    :  Spermatophyta
Division       :  Magnoliophyta
Class        :  Liliopsida
Subclass          :  Commelinidae
Ordo        :  Cyperales
Family            :  Poaceae
Genus        :  Leptochloa P. Beauv.
Species    :  Leptochloa chinensis (L.) Nees (Ferreira L, 2005)

Nama lokal      :Bobontengan
Habitat Lahan basah, rawa, atau sungai di daerah dataran rendah terbuka. Dapat tumbuh di tanah berat atau ringan, sepanjang sungai dan saluran air, di lahan sawah





B.   Gulma teki-tekian

1 .  Cyperus rotundus (teki ladang)
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo              : Cyperales
Famili            : Cyperaceae
Genus            : Cyperus
Spesies           : Cyperus rotundus L.

Nama lokal      : teki ladang
Teki ladang atau Cyperus rotundus adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai di lahan terbuka. Apabila orang menyebut "teki", biasanya yang dimaksud adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis Cyperus lainnya yang berpenampilan mirip.
Teki sangat adaptif dan karena itu menjadi gulma yang sangat sulit dikendalikan. Ia membentuk umbi (sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan, mampu bertahan pada kondisi kekeringan



2.  Mimosa pudica (putri malu )
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo              : Fabales
Famili            : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus            : Mimosa
Spesies           : Mimosa pudica Duchass. & Walp

Nama lokal      : Putri malu, si kejut, riyud

Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula


3.  Rumput Kenop (Cyperus kyllingia)
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo              : Cyperales
Famili            : Cyperaceae
Genus            : Cyperus
Spesies           : Cyperus kyllingia Endl.

Nama lokal      : Rumput kenop, wudelan

tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka / sedikit terlindung dari sinar matahari dan pada ketinggian 1-1000 m dpl pada bermacam-macam tanah.
perbanyakan dapat secara generatif, dengan biji dan vegetatif, rimpang (stolon). Pengendalian : dengan cara kimiawi, 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4-D dan 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air diberikan dalam interval satu minggu atau penyemprotan Roundup dosis 100-120 setiap 15 liter air atau paracol dosis 100-120 cc tiap 15 liter air


4.  Bundung (Scirpus grossus)
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo              : Cyperales
Famili            : Cyperaceae
Genus            : Scirpus
Spesies           : Scirpus grossus Linne

Nama lokal : Bundung, lingi, reduk, walingi, wlingen, wlingian, endong, penjalinan

S. grossus, termasuk gulma tahunan yaitu gulma yang umurnya lebih dari 2 tahun. Gulma ini umumnya berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Memiliki organ perkembangbiakan berupa stolon / rimpang yaitu batang yang menjalar dalam tanah, pada setiap buku / ruas dapat tumbuh tunas dan akar menjadi individu baru. Pemotongan organ-organ tersebut biasanya terjadi saat pengolahan tanah.
S. grossus pada umumnya hidup di lahan basah (daerah berair), namun dapat pula ditemukan di daerah tanah yang subur dengan sirkulasi yang baik.

5.  Rumput Jarum (Andropogon aciculatus)

Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kela          : Commelinidae
Ordo              : Poales
Famili            : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus             : Andropogon
Spesies        : Andropogon aciculatus
   
Nama lokal     : Rumput jarum, domdoman.

Rumput jarum (Andropogon aciculatus), rumput jenis ini terdapat di kawasan yang rumputnya tidak tebal dan tanahnya tidak banyak kandungan humus atau tanah yang sedikit keras. Rumput ini mempunyai tinggi 3 - 5 cm, jika di bawah sinar matahari dan 10 - 15 cm bila ada di tempat yang teduh.


C.   Berdaun lebar

1.  Ageratum conyzoides L(bebandotan)
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Super Divis     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kela          : Asteridae
Ordo              : Asterales
Famili            : Asteraceae
Genus             : Ageratum
Spesies           : Ageratum conyzoides L.

Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Terna semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara. Disebut juga sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan (Md.); serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.


2.  Oxalis corniculata L.( cacalincingan)

Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo              : Geraniales
Famili            : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus             : Oxalis
Spesies           : Oxalis corniculata Linn

Nama lokal : Semanggi gunung
tempat tumbuhnya tumbuh di tegalan, kebun sepanjang tembok dan pagar, tanggul kecil dan jalan setapak di hutan, tumbuh baik pada ketinggian mencapai 1300 m dpl.
Perbanyakan :perbanyakan dilakukan secara generatif, dengan biji
Pengendalian : secara kimiawi dengan cara pemberian herbisida. trifuralin dengan dosis 2-8 kg bahan aktif/ha. Bila terdapat dalam jumlah banyak maka yang digunakan adalah velapon 50 EC. Sementara metil Bromida Rofan dan daramut setelah fangasi terhadap media tumbuh.

3.  Bayam duri (Amaranthus spinosus L.)

Klasifikasi
Kingdom      : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas        : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas     : Hamamelidae
Ordo              : Caryophyllales
Famili            : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus        : Amaranthus
Spesies           : Amaranthus spinosus L.

Nama lokal     : bayam kerui (Lampung); senggang cucuk (Sunda); bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa); tarnyak duri, tarnyak lakek (Madura); bayam kikihan, bayam siap, kerug pasih (Bali); kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa); sinau katinting (Makassar); podo maduri (Bugis); maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara); baya (Ternate); loda (Tidore).

Tanaman ini termasuk familia Amaranthaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tingginya dapat mencapai 1 meter. Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang bulat, kecil dan hitam.Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.